Jihad, Cara IPNU IPPNU Sooko Mojokerto Pertahankan Tradisi

oleh

Mojokerto — Para kader NU yang terhimpun dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) hendaknya memiliki amal dan amaliah Nahdlatul Ulama, termasuk di dalamnya adalah mengaji al-Quran.

Itu pula yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Sooko, Mojokerto, Jawa Timur. Mereka menggelar ngaji al-Quran tiap dua pekan ini secara bergilir setiap desa.

Dan pada Ahad (20/1) pagi, rutinan ngaji al-Quran dilangsungkan di Mushalla Al Fattah, Dusun Genukwatu, Desa Modongan, Sooko.

“Kegiatan ini sudah dilaksanakan enam kali sejak Rakerancab PAC IPNU IPPNU Sooko. Dan dari kekompakan mereka setiap rutinan, peserta ngaji Ahadan semakin banyak yang datang,” kata Arif Rahman.

Kegiatan ini bernama Jihad atau Ngaji Ahad. “Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan bermanfaat bagi seluruh kader. Karena selain bertemu untuk silatarurahim, juga menjadi ajang tukar pikiran,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan karena di kalangan pelajar NU di era sekarang sudah luntur dengan kegiatan yang menjadi tradisi. “Maka kegiatan ini sangat penting dilakukan, selain juga untuk saling mempererat tali silaturahim antaranggota,” imbuh Ketua PAC IPNU Sooko ini.

Untuk saat ini, belum ada narasumber yang mengisi ceramah. Sementara kegiatan dipimpin langsung oleh ketua PAC IPNU Sooko, Rekan Arif Rahman. “Namun rencananya kegiatan akan dimodivikasi dengan ditambahi kajian tentang Aswaja,” jelas Arif, sapaan akrabnya.

Diharapkan dari Jihad ini akan menambah wawasan dan pengetahuan tentang ilmu al-Quran dan amaliah NU. “Yakni dengan langsung penerpan berupa khatmil quran, pembacaan tahlil dan istighotsah, serta ditutup dengan pembacaan shalawat,” tutupnya. (Syaiful Alfuat/Syaifullah)