Ponpes Al-Fatimah Bojonegoro Apresisasi Kinerja Khofifah Atasi Covid-19

oleh
Sejumlah santri Ponpes Al-Fatimah Bojonegoro bersama Gubernur Khofifah usai menerima bantuan secara simbolis.

BOJONEGORO – Pondok Pesantren Tangguh Al-Fatimah Bojonegoro mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, berupa disinfektan untuk mencegah penyebaran virus covid-19 di lingkup pesantren. Ini setelah ponpes Al Fatimah menjadi percontohan Pondok Pesantren Tangguh Semeru Covid-19 pada Agustus 2020.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, kepada perwakilan penerima bantuan di Aula Kantor Bakorwil Bojonegoro, Ahad, 20 September 2020.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Fatimah, KH Tamam Syaifuddin MM mengungkapkan, senang orang nomer satu di Jatim itu berkunjung ke Bojonegoro. Ia juga mengapesiasi kinerja Khofifah yang tanggap di masa sulit, pandemi Covid-19 ini.

“Saya mengapresiasi penuh kunjungan Gubernur Jatim di Bojonegoro, dan berbagai daerah lain ketika di masa sulit ini,” ungkap Tamam, mantan Ketua DPRD Kota Bojonegoro itu, Senin (21/9/2020).  

Menurut Tamam, upaya yang dilakukan Gubernur Jatim untuk menekan laju Covid-19 di Jawa Timur sangat gesit, dan strategis. Hal itu terlihat saat mantan Menteri Sosial Republik Indonesia  itu mengikuti “Gowes” Bermasker.

Khofifah yang saat itu ditemani Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, dan Kepala Bakorwil Bojonegoro, Dyah Wahyu Ermawati, mengelilingi Kabupaten Bojonegoro, dalam rangka mengkampanyekan wajib menggunakan masker, sekaligus membagikan masker langsung ke masyarakat.

Kemudian di tempat yang berbeda, Khofifah menyerahkan bantuan berupa ventilator di berbagai pusat kesehatan di Bojonegoro, seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan Puskesmas. Tidak hanya itu, Pemprov Jatim pun memberikan bantuan berupa disinfektan ke sejumlah pondok pesantren, madrasah, dan pembagian sembako bagi para fakir, miskin serta lansia.

“Inilah langkah cerdas dan jitu yang di lakukan Gubernur Jatim di saat masa sulit dan pandemi Covid-19. Juga secara psikologis, rakyat merasa di openi, di ayomi, dengan kehadiran beliau-beliau. Luar biasa, 3 Srikandi membangun negeri, kita apresiasi penuh,” ungkap Kiai Tamam, alumni S1 UIN Sunan Ampel Surabaya itu. * Lin