Dorong Siswa Kuasai Bahasa Asing

Madrasah Ibtidaiyah Infarul Ghoy membuka kelas unggulan di tahun ajaran baru. Kelas unggulan ini sistem pembelajarannya menggunakan bahasa Inggris untuk melatih anak pintar berucap berbahasa Asing.

Madrasah Ibtidaiyah Infarul Ghoy terletak dipemukiman warga di Dusun Beton, Desa Tritunggal, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Madrasah dengan bangunan seluas 710 M2 ini didesain mirip bangunan timur tengah lengkap ada masjid, kantin, ruang kesenian, laboratorium komputer, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan.

Madrasah terbaik di Babat Lamongan ini meluncurkan perpustakaan berbasis nasional yang dinamai Perpustakaan Al-Kariem. Perpustakaan ini diadakan untuk meningkatkan minat baca siswa sejak dini. Agar lebih optimal pihak madrasah menggandeng paguyuban wali murid Great Mother MI Infarul Ghoy Tritunggal. Kerjasama itu dilakukan agar seluruh elemen warga madrasah ikut menggerakkan dan memberi semangat untuk perjalanan program literasi. Bukan hanya di madrasah, tetapi juga di rumah dibantu oleh wali murid terutama kaum ibu.

Perpustakaan yang diresmikan pada Kamis 1 April 2021 itu terletak berdekatan dengan kantin madrasah. Di mana kantin di desain dengan model terbuka, terdapat gazebo yang membuat siswa nyaman untuk sekadar ngobrol maupun membaca buku.

Kepala MI Infarul Ghoy Imam Rosyadi, S.Pd. menyampaikan program literasi itu mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PW LPM NU) Jawa Timur. Dukungan yang diberikan itu dalam bentuk bantuan program literasi. Bantuan ini juga diberikan ke enam lembaga lain yang berada di dekat MI Infarul Ghoy.

“Saat ini masih dalam tahap pelatihan Fasilitator Daerah (FasDa) setelah tahap FasDa baru masuk Kelompok Kerja Guru (KKG). Dan masih menyelesaikan tugas dari Training of Trainer (ToT) FasDa di kantor PW LP Maariof NU,” ungkap pria kelahiran Lamongan 4 Juli 1981 itu.

Imam menambahkan, MI Infarul Ghoy membuka kelas unggulan (excellent) pada tahun ajaran baru ini. Kelas ini menggunakan sistem pembelajaran dengan berbahasa Inggris. Semua pelajaran dijelaskan menggunakan bahasa Asing kecuali bahasa Arab dan hadist.

Penerapan bahasa Inggris juga dilakukan di luar kelas. Misalnya ketika siswa membeli makanan/jajan di kantin, di perpustakaan, maupun saat bertemu dengan teman meski hanya bertegur sapa wajib menggunakan bahasa Inggris. Penerapan itu dimaksud untuk membiasakan siswa berbicara bahasa Inggris agar tidak terlihat kaku tetapi juga menyenangkan.

Imam menyebut siswa yang berminat masuk kelas excellent ada sekitar 14 anak. Mereka sudah mengikuti preschool (prasekolah) yang digelar selama 17 hari. Setiap kelas nantinya akan didampingi empat guru untuk melatih siswa dalam selama proses pembelajaran yang semuanya menggunakan bahasa Inggris.

Masuk kelas excellent sangat mudah tidak ada persyaratan khusus, hanya saja ada tambahan biaya sebesar Rp.175 ribu per bulan. Dana tambahan itu untuk mensuport selama proses pembelajaran.

“Prinsip saya sesuai dengan motivasi Pengurus Cabang (PC) Al-Ma’arif NU yaitu tidak ada bahasa gratis. Kami memberikan pelayanan sangat baik, maka perlu ada dana untuk mensuport itu. Sistem pembayaran di MI IG mulai dari pembayaran iuran bulanan, kaleder, dan lain-lain semuanya include jadi satu,” jelasnya.

Imam yakin program yang digagas itu akan semakin banyak peminatnya. Sehingga lembaga madrasah bangkit dan menjadi pilihan utama masyarakat luas. “Harapannya semoga dengan adanya program kelas excellent dapat menarik minat orang tua menitipkan putra putrinya di MI Infarul Ghoy. Karena bagaimana pun bahasa Inggris akan sangat dibutuhkan untuk bekal masa depan anak,” tuturnya.

Sarankan Siswa Lanjut Sekolah Sekaligus Mondok   

MI Infarul Ghoy didirikan oleh KH Kholiq Afandi pada tahun 1961. Madrasah yang kini memiliki jumlah siswa 169 anak itu terus menciptakan prestasi, menang dalam berbagai perlombaan. Seperti juara 3 lomba mendongeng (storytelling) dan pidato pada Februari 2021. Serta juara 1 lomba khobah di salah satu sekolah menengah pertama (smp) di Tuban tahun 2020.

Madrasah ini juga betul-bentul menerapkan kedisiplin pada siswa siswi. Siswa masuk madrasah pukul 06.10 WIB diawali dengan mengaji Juz Amma, masuk kelas diniyah selama 1 jam, lalu salat duha. Dilanjutkan proses belajar pelajaran umum sampai pukul 12.30 WIB jeda salat duhur berjamaah dan siswa pulang. Beberapa siswa MI Infarul Ghoy bermukim di pesantren, namun sebagian besar pulang ke rumah masing-masing.

Madrasah yang memiliki akreditasi A ini memiliki pencapaian yaitu mencetak generasi Islam Alussunnah Waljama’ah yang berakhlakul karimah. Meningkatkan integritas madrasah, dengan lulusan peserta didik yang mampu bersaing untuk melanjutkan di SMP/MTs favorit, dan menjadi MI yang terfavorit dan unggul.

Imam tidak menyuruh apalagi menawarkan ke siswa yang bau lulus untuk melanjutkan ke pesantren. Hanya ia menyarankan alngkah baiknya jika sekolah sambil mondok, itu karena di masa kini banyak pengaruh aliran yang menjadi musuh bersama.

“Saya menyarankan siswa yang sudah lulus untuk sekolah sambil mondok. Saya lihat ada yang melanjutkan di pesantren di Jombang, kediri dan lainnya. Ada juga anak hafidz masuk lembaga pendidikan di pesantren,” ungkap Wakil Sekretaris PC LPM NU Babat Lamongan itu.

Madrasah ini dulunya dibangun atas dukungan masyarakat Dusun Tunggal dan biayai iuran dari masyarakat setempat. Madrasah sempat menjadi tren center dari desa lain seperti Desa Moropelang, Desa Pucuk dan Desa Gembong. Semuanya berpusat di Tritunggal. Lina

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berita Terkait

TERPOPULER

TERBARU

AMTV CHANNEL

AULA CHANNEL

AMTV Live
BolaMakanBola
Aulanews
E-Harian