Ansor PAC Sugio Bedah Rumah Buruh Jualan Daun Jati


Lamongan – Bu Iyat seorang janda berusia 65 tahun ini salah satu warga tidak mampu yang berada dalam jangkauan Kecamatan Sugio Lamongan. Bu Iyat sehari-harinya berjualan daun jati di Pasar Sugio yang setiap hari mendapatkan 20 ribu hingga 30 ribu. Jualan daun jati udah lama sejak ditinggal wafat suaminya. Bu Iyat jualan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama seorang anaknya.

“Kami PAC Ansor Kecamatan Sugio melihat rumah Bu Iyat sangat tidak layak dan hampir roboh. Maka kami bersama sahabat banser melakukan renovasi rumah Bu Iyat,” kata, Ricki Fadli Ketua MWCNU Sugio dalam sambutan saat meresmikan rumah baru Bu Iyat (09/08).

Rumah Bu Iya usianya sudah mencapai setengah abad lebih yang terletak di Desa Lebakadi Dusun Meteseh RT 02 RW 07 Kecamatan Sugio. Tidak hanya itu, dalam kehidupan Bu Iyat harus mengasuh dan membesarkan anak disabilitas mental. “Membesarkan anak yang berkebutuhan khusus tidaklah mudah, belum lagi kebutuhan lainnya,” terang pria Magister Agama UIN Sunan Ampel Surabaya ini

Dengan selesainya bangunan renovasi itu Heru mengucapkan terimakasih kepada banyak pihak yang telah mendukung kegiatan Baksos Beda Rumah ini. “Ansor dan Banser selain menjadi benteng para kiai dan NKRI juga harus memiliki kepekaan sosial masyarakat terlebih di musim Pandemi seperti saat ini,” jelas Ricki.

Heru Mudianto, Ketua MWC NU Sugio mengapresiasi Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sugio ini merupakan salah satu hubungan sesama manusia dalam menumbuhkan kepekaan terhadap realitas yang ada di masyarakat. “Saya berharap kegiatan semacam ini secara rutin dilaksanakan oleh PAC GP Ansor Sugio mengingat di Kecamatan Sugio masih banyak masyarakat sangat miskin dan layak mendapatkan itu,” jelas Heru.

Ulyadin Setyo Utomo Kepala Desa Lebakadi mengucapkan terima kasih atas kepedulian PAC GP Ansor Sugio yang telah merenovasi rumah Bu Iyat. “Bu Iyat ini benar benar tergolong rumah tangga sangat miskin dan sangat membutuhkan bantuan semacam ini karena rumah Bu Iyat ini bisa dibilang tidak layak huni berdinding gedek guling bamboo,” pungkasnya.


Editor :Rofi'i