Ketua TP PKK Jawa Timur Perkuat Konsep Garda Pangan


Surabaya, AULA – Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak bersama dengan Komunitas Garda Pangan membagikan sembako kepada warga Kebon Rojo RT 006, RW 01, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Sabtu (6/2).

Sebanyak 85 paket sembako berisi bahan kebutuhan pokok seperti minyak, gula, telur dan kecap dibagikan kepada warga masyarakat. Tak lupa dalam paket tersebut dibagikan pula masker.

Tiba sekitar pukul 11.00 WIB, Arumi yang mengenakan kemeja lengan panjang tersebut langsung menyapa warga yang ada di kawasan padat penduduk tersebut.

Hujan deras yang mengguyur sejak pagi tak menghalangi Arumi bersama Komunitas Garda Pangan untuk turun langsung membagikan paket sembako tersebut ke rumah-rumah. Sembari menyerahkan sembako, Arumi menyapa dan mengajak ngobrol warga masyarakat. Ia tak segan menanyakan kabar sekaligus mengingatkan warga untuk selalu menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Apa kabar ibu? Semoga sehat-sehat selalu nggih. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi ibu sekeluarga. Jangan lupa maskernya dipake nggih bu kalau keluar rumah,” pesan Arumi kepada salah satu warga.
Kegiatan bagi-bagi sembako bersama Komunitas Garda Pangan ini pertama kalinya dilakukan Arumi. Ia mengaku terkesan dan menyukai konsep Garda Pangan.

Menurutnya, komunitas yang sering memberikan bantuan kemanusiaan itu banyak jumlahnya. Namun, spesifikasi Garda Pangan ini menurutnya menarik. Dengan slogan ‘Indonesia Bebas Lapar’, Garda Pangan membantu mengumpulkan makanan berlebih yang masih layak untuk kemudian dibagikan kepada warga.

“Karena di satu sisi kita punya masyarakat prasejahtera yang mungkin masih berhadapan dengan kelaparan setiap hari, tapi di sisi lain kita punya masyarakat yang berlebih,” kata Istri Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Garda Pangan sendiri merupakan komunitas dan start up food bank. Dimana komunitas ini lahir karena keresahan akan banyaknya makanan yang berlebih, baik dari hotel, catering maupun restoran. Sedangkan di satu sisi banyak warga yang masih kelaparan.

Komunitas ini kemudian mengumpulkan makanan berlebih tersebut baik dari hotel, catering maupun restoran yang kemudian oleh relawan dicek terlebih dahulu kualitasnya. Makanan yang masih bagus kualitasnya kemudian dikemas ulang dan dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Sedangkan makanan yang tidak layak konsumsi dijadikan kompos dan biogas.

Di akhir, Arumi mengapresiasi relawan Garda Pangan yang sebagian besar merupakan kaum muda. Ia mengajak para kaum muda untuk ikut berkontribusi membantu masyarakat dan lingkungan sekitar yang masih membutuhkan.

“Saya lihat banyak anggota dari komunitas ini termasuk leadernya adalah anak muda. Karena semangatnya anak muda ini akan jauh berbeda dan menginspirasi yang
lain,” pungkasnya. (*)


Editor :Rofi'i