Lahirkan Hafidz Muda Kebanggaan Pesantren


Sidoarjo, AULA– Melalui latihan panjang bisa membuat seorang anak memahami bakatnya atau menemukan talentanya. Selain dari garis keturunan yang biasanya terjadi. Begitupula yang terjadi pada Muhammad Bisma Rahmatullah, anak kelahiran Kota Sidoarjo, 10 April 2007. Yang diusia mudanya sudah bisa menghafal 30 Jus Al-Quran, dan beberapa kitab beserta terjemahannya.

Bisma tergolong anak yang berbakat dan luar biasa. Meski bukan anak seorang kiai, maupun tokoh agama. Namun mimpi dari orang tuanya untuk bisa melahirkan seorang hafidz menjadi kenyataan. Hal ini karena berkah dari ayahnya, yang senantiasa menjaga diri dari rezeki yang dinilai syubhat atau belum jelas halal haramnya.

Ismail dan Etik, ayah ibu Bisma, tidak mempunyai latar belakang hafal Al Quran. Mereka berharap anak-anaknya termasuk Bisma menjadi Hafidz Al Quran. Selain menghafal Al Quran, Bisma juga sekolah di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Yanbu’ul Qur’an. Seperti anak kebanyakan, Bisma juga ikut olah raga sepak bola, renang maupun lainnya.

Ismail mengatakan, bahwa putranya yang berusia 13 tahun sudah bisa menghafal Al-Qur’an 30 juz, Bulughul Marom lengkap dengan Rowinya, Arbain Nawawi, Durrotun Nasihin, Alfiyah ibnu Malik 1000 bait, dan beberapa kitab maulid seperti Simtud Duror dan lainnya. Baginya rezeki yang baik dapat membantu perkembangan kecerdasan anak.

“Saya tidak pernah memaksa anak saya dalam menghafal. Semua yang Bisma lakukan itu karena minat dan kemauannya semata. Dengan dibantu oleh guru-gurunya di pesantren. Saya sangat senang dengan selalu mendoakan. Sekarang Bisma sedang dalam proses menghafal Tajridus Shorih , dan Mukhtasar kitab Bukhori,”akunya.

Ismail pernah ditanya beberapa orang bagaimana bisa memiliki anak hebat seperti itu. Jawabannya , sederhana, hanya dengan  usaha sekuat tenaga, untuk bisa mengikuti ajaran ayah dari Imam Syafi’i.  Untuk tidak makan dari perkara yang syubhat.

“Saya telah membuktikan ini dengan melihat perkembangan Bisma. Tentunya disertai dengan pemilihan pendidikan di pesantren. Bisma pernah nyantri di Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an Kudus,”aku ayah Bisma.

Putranya  sekarang berdomisili di Ribath DH PP Al Anwar Sarang Rembang. yang diasuh KH. Najih Maimoen. Bisma diharapkan, hal  ini bisa tumbuh layaknya ulama-ulama zaman dahulu yang membawa berkah bagi agama dan negaranya.

“Saya harap bukan hanya Bisma, semoga anak-anak kita diberikan hidayah oleh Allah bisa menjadi ahli Al-Qur’an dan hafidz Al-Qur’an. Semoga kita juga termasuk kedalam golongan pecinta dan penjaga Al-Qur’an. Allah Maha Tahu atas niat baik kita,” pungkasnya.

 


Editor :Diah Rengganis