Pertama Kali Ikut Lomba Karya Tulis, Santri Al Fatimah Bojonegoro Langsung Sabet Juara 1


Bojonegoro, AULA – Santri Pondok Pesantren Al-Fatimah Bojonegoro, Nabilla Putri Irdiansyah menerima penghargaan di acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro pada Sabtu, 27 Februari 2021, di salah satu cafe di Bojonegoro.

Siswa kelas 10 Sekolah Menengah Atas (SMA) Al-Fatimah Bojonegoro itu mendapat penghargaan lantaran terpilih menjadi juara 1 lomba karya tulis yang diselenggarakan PWI Bojonegoro.

“Sebelumnya tak menyangka tulisan saya bakal memenangkan lomba karya tulis yang diselenggarakan PWI Bojonegoro. Karena lomba ini kali pertama saya ikuti,” kata Nabilla, santri asal  Desa Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu.

Nabilla mengaku, meski pertama kalinya mengikuti lomba karya tulis, tetapi hobi menulis sudah sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Agar terus terlatih skill menulis, biasanya ia membuat karya tulis mengisi majalah dinding di kegiatan internal di sekolahnya.

“Rasanya bahagia, seneng, kaget, campur-campur pokoknya. Soalnya kan baru kali ini ikut lomba, jadi tidak menyangka bisa juara pertama. Ini di luar ekspektasi,” ungkap putri dari pasangan Slamet Budi Kanti dan Irnawati itu.

Nabilla menambahkan. selama mengerjakan karya tulis, ia memerlukan waktu satu minggu untuk menyelesaikan naskah berjudul “Menggaungkan New Life Ala Santri” yang dibuatnya, sesuai tema yang ditentukan oleh panitia yakni Pengalaman Pertama Prokes Covid-19.

“Naskah yang saya kirimkan berdasarkan apa yang saya alami sendiri saat menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) pertama kali di Ponpes Al-Fatimah dan lingkungan sekolah ketika awal dimulai pembelajaran tatap muka pasca pandemi,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Nabilla jika terkendal dalam mengerjakan karya tulis, secepatnya ia meminta bimbingan pada gurunya.

“Saat mengalami kesulitan dalam merangkai kalimat saya selalu berkonsultasi dengan Bu Farisha, Guru Bahasa Indonesia kami, sehingga ada beberapa kalimat yang saya revisi sesuai arahan beliau, saya ucapkan terima kasih tak terhingga kepada beliau. Juara ini saya persembahkan untuk beliau dan kedua orang tua saya,” ujar Nabilla yang sudah 4 tahun menjadi santri di Ponpes Al-Fatimah.

Di tempat yang sama, Farisha, Guru Bahasa Indonesia SMA Al-Fatimah yang hadir mendampingi siswinya saat penyerahan hadiah dari PWI mengaku, mengenal Nabilla sebagai siswi yang pantang menyerah. Meski tulisannya beberapa kali diberi saran untuk direvisi, Nabilla tak pernah lelah.

“Nilai akademiknya juga baik tidak ada masalah, seimbang, tidak timpang sebelah dengan prestasi yang diraihnya di bidang ekstra kurikuler,” katanya.

 


Editor :lina