Road to Havana, Siap Meriahkan Harlah NU ke-98


Surabaya, AULA – Puncak kegiatan Harlah NU ke-98 akan di gelar di Ruang Aula Salsabila Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Acara tersebut akan digelar secara virtual pada Sabtu 13 Februari 2021 besok mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan beberapa pondok pesantren di Jawa Timur

Ketua Panitia Acara, Moh Natsir menuturkan, bahwa acara Havana ke- 98 akan tetap memberlakukan protokol kesehatan (Prokes) dengan sangat ketat. Untuk itu panitia acara dari tim AMTV dan AULA Channel menggelar acara ini secara virtual mengingat pandemi Covid-19 yang belum usai.

“Bagi warga nahdliyin, santri dan masyarakat yang ingin mengikuti acara Havana 98, bisa melihat di channel youtube Aula Channel dan AMTV Channel,” terangnya.

Kegiatan ini akan diramaikan oleh banyak bintang tamu, baik para kiai dari sejumlah pesantren di Jawa Timur, ada juga kolaborasi seni Islam dari pondok pesantren se Jawa Timur. Bahkan kedatangan dari para seniman lawak seperti Cak Silo dan Cak ukil yang akan menambah nuansa segar dan semarak meski digelar secara virtual.

Selain pagelaran seni, untuk menambah khidmat dalam acara seluruh warga NU yang hadir akan disuguhkan dengan lantunan music dari musisi kendang Mutik Nida yang akan membawakan lagu Shalawat Nahdhiyah, Shalawat Ashgil, Shalawat Ujang Bustomi, dan Shalawat Corona.

Sebagai pendukung, kegiatan ini juga akan ditayangkan akun-akun NU dan pondok pesantren yang sudah bekerjasama dengan kegiatan ini, termasuk NU Channel. Sedangkan televisi yang menayangkan ada TV9 dan Madu TV.

“Hari ini (Jumat 12 Februari), kita menyiapkan gladi bersih untuk pesantren-pesantren yang terlibat. Kita melihat kesiapan mereka, agar pada hari H tidak terjadi gangguan dalam penayangan acara,” paparnya.

Selanjutnya, untuk mengamankan kegiatan, Natsir menjelaskan, lokasi acara akan dijaga Banser dengan pengamanan ketat. Langkah ini sebagai bentuk penghormatan atas kebijakan pemerintah dalam menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kita berhatap masyarakat bisa memaklumi hal itu. Sehingga tidak perlu datang ke lokasi acara. cukup melihat di channel youtube kami,” pungkasnya.


Editor :Diah Rengganis