Rumah Janda Terbakar, LAZISNU Jatim Bedah Rumah Dhuafa


Mojokerto – Suyuti seorang janda dua anak ini adalah seorang penjual tahu lontong keliling dari kampung ke kampung. Ahad sore 12 Juli 2020 lalu, Suyuti sebelumnya tidak merasakan firasat apapun, hari itu merupakan hari terburuk bagi Suyuti setelah suami meninggal dunia tiga tahun lalu.

Tidak seperti biasanya, Suyuti pulang dengan tergesah-gesah setelah mendengar kabar kalau tempat tinggalnya dilalap si jago merah. Dengan bantuan warga menggunakan alat seadanya api mampu dipadamkan. “Biasanya kalau pagi sampai siang saya masak lontong dengan menggunakan tungku. Selepas shalat asar saya jualan keliling, mungkin ada bara api yang belum mati lalu mengenai LPG,” kata Suyuti saat ditanya kronologi terjadinya terbakaran di rumahnya (11/08).

Suyuti tinggal di rumah peninggalan suaminya yang terletak di Dusun Bendung RT 02 RW 02 Desa Bendung Kecamatan Jetis, Kab Mojokerto. “Tidak ada satupun barang berharga yang tersisa. Semuanya dilalap habis si jago merah, termasuk pakai, surat-surat penting,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Suyuti mengatakan ada uang 2 juta untuk selamatan seribu hari suaminya pun habis terbakar. Selama rumah direnovasi Suyuti dengan dua anaknya tidur di TPQ di depan rumahnya. Dengan dibantu warga setempat Suyuti bisa tegas menjalani ujian hidup ini. “Alhamdulillah saya dibantu masyarakat, warga NU temasuk Ansor Banser dan NU Care LAZISNU Kecamatan Jetis dan Kab Mojokerto turut membantu mendirikan kembali rumah saya, terimakasih semuanya,” tutur Suyuti dengan isak tangis.

NU Care LAZISNU Jawa Timur saat mendengar kabar itu, dengan sigap melakukan survey lokasi dan ditemani NU Care LAZISNU Kab Mojokerto serta Kecamatan Jetis. “Alhamdulillah NU Care LAZISNU Jawa Timur setelah mendengar kabar itu, langsung hadir dan meberikan bantuan, kepada Bu Suyuti,” kata Moch Rofi’i Boenawi Sekretaris NU Care LAZISNU Jawa Timur.

Rofi’i Boenawi mengatakan NU Care LAZISNU harus hadir dalam aksi kemanusiaan, termasuk musibah yang dihadapi Bu Suyuti ini. Rumah terbakar, semuanya ludes dibakar api. Tidak ada satupun harta yang tersisah hanya pakaian yang melekat di tubuh Bu Suyuti beserta anaknya. “Dengan saling bahu membahu, semangat gotong royong dari semua elemen masyarakat, rumah Bu Suyuti bisa berdiri kembali,” pungkas pria yang juga Dosen STAI Al Azhar Menganti Gresik ini. Alim Sodikin


Editor :Rofi'i