Sadar Berlalu Lintas, Ponpes Rochmadniyah Ikuti Lomba Poniras Polda Jatim


PENAMPILAN SANTRI: Sejumlah santri memperlihatkan penampilannya dalam lomba Poniras Polda Jatim.

LUMAJANG-Tingkat kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas masih cukup memprihatinkan. Ini terlihat dari masih sangat tingginya angka pelanggaran ditemukan di jalan raya. Kondisi ini tentunya juga berimbas pada tingginya tingkat kecelakaan yang kerap berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

Melalui pembentukan karakter atau lebih dikenal Character Building sejak dini, diharapkan bisa menjadi solusi rendahnya kesadaran akan pentingnya mematuhi peraturan, khususnya dalam berlalu lintas. Upaya sosialisasi ini dilakukan Polda Jawa Timur melalui Direktorat Lalu lintas Polda, dengan menggelar Pondok Pesantren Idol For Road Safety “PONIRAS”, di Ponpes Rochmadniyah, Lumajang.

Dalam acara ini, anggota dari Dir Lantas Polda Jatim yg diketuai oleh AKBP Titik Suwarni SH beserta anggota menjabat sebagai dewan juri. Di acara tersebut juga turut hadir Ketua PCNU Lumajang, H Muhammad Nur Sahid, Ketua Kemenag Mahtaruh Khusni, dan sesepuh Ponpes Rochmadniyah, Kiai Khidir, perwakilan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang Irfan Timbul, Anggota Satlantas Polres Lumajang, serta Duta Lalu Lintas Polres Lumajang.

AKP I Gede Putu Atma Giri SH selaku Kasat Lantas Polres Lumajang memberikan sambutan tentang pentingnya santri untuk paham akan hukum. “Santri adalah kaum terpelajar. Jangan sampai mencoreng nama baik santri dengan melanggar hukum. Saya pribadi berharap, akan ada tokoh pemimpin bangsa ini di kemudian hari yg lahir dari para santri santri disini” ujar orang nomer satu di jajaran lalu lintas Polres Lumajang ini.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan berbagai penampilan dari pondok. Di antaranya, Yel Yel Ponpes Rochmadniyah, penampilan Dai Pelopor Keselamatan Lalu Lintas, Penampilan 12 gerakan Lalu Lintas dari PKS Rochmadniyah, serta Tes Tulis dan wawancara.

Sementara, Kapolres Lumajang, AKBP Muhamad Arsal Sahban berharap, semua pihak untuk ikut menjaga kader terbaik bangsa ini tidak patuh, dan juga suka melanggar peraturan. Karenanya, petingnya mendapat pembekalan ilmu agama, dan ilmu dunia. “Polri bukan hanya bisa menindak, tetapi juga membina,” ucap Arsal. * lum/sir


Editor :Mohammad Nasir