Vaksinasi di PWNU Upaya Ikhtiar Para Kiai


Surabaya, AULA – Rentetan kegiatan vaksinasi sudah dilakukan di beberapa Lembaga pemerintahan. Kali ini upaya ikhtiar dilakukan oleh para Kiai, dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Pada Selasa (23/02) di Kantor Kantor PWNU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Timur No. 9 Surabaya.

KH Anwar Iskandar Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur dalam sambutanya mengatakan, akan ada vaksinasi tahap kedua setelah hari ini. Sekitar 3 bulan kedepan. Sebelum vaksinasi ada pemeriksaan fisik, gula darah, jantung dan lain-lain, untuk memastikan kesiapan dan kesehatan para kiai dalam melakukan vaksin.

“Dalam proses vaksinasi semuanya menyatakan tidak ada rasa sakit atau perbedaan penurunan Kesehatan. Alhamdullilah semua berjalan lancar,”ungkap Kiai Anwar.

Kiai Anwar berharap masyarakat di Jawa timur tidak usah takut dengan vaksin. Karena ini adalah upaya pemerintah memutus mata rantai Covid. Semoga bangsa Indonesia khususnya kiai NU segera diselamatkan dan Corona segera diangkat dari bumi kita.

“Para kiai ini yang akan di vaksin, usianya termasuk diatas 50 tahun. Alhamdullilah setelah divaksin makin sehat. Bahkan rasa optimisme ada dalam diri kita akan terjaga dari Covid-19. Tetapi kita tidak boleh sembrono meskipun sudah divaksin harus menjaga 3 M. Agar tidak menulari atau tertular,”tegas Kiai Anwar.

KH Agus Ali Masyhuri juga mengungkapkan, kegiatan vaksinasi ini adalah upaya para Kiai, agar doa para kiai terpenuhi. Maka kiai tidak hanya memberi perintah tapi memberi contoh seperti vaksinasi ini.

“Karena bersama kesulitan ada kemudahan. Bersama kegagalan pasti ada keberhasilan. Begitupula setiap penyakit pasti ada obatnya. Kita harus belajar berfikir positif karena ini sebagian dari obatnya,” papar sapaan Gus Ali ini.

KH Marzuki Mustamar juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran para dokter dari Arsinu, Dinas, Puskesmas Gayungan, Banser, dan segala yang sudah membantu. Siapapun pihak yang sudah membantu, kemenkes, kepada NU, kepada gubernur jawa timur yang sudah memberikan perhatian lebih kepada para masyayikh. Karena jika kiainya sehat akan membawa kesehatan bagi umatnya.

Sepanjang kiai tahu bahwa vaksinasi ini ditangani oleh profesional. Dari awal sudah cek suhu tubuh, tekanan darah, jantung, sekiranya aman bisa divaksin. Jadi mereka yang menangani juga dari berbagai agama, jadi ada tenaga kesehatan yang NU. Tidak ada alasan untuk ragu-ragu, karena disesuaikan dengan agama. Mereka ahli professional dan dari berbagai agama.

“Untuk itu masyarakat  harus yakin bahwa kiai tidak akan menyesatkan. Kalau kiai sudah menyepakati sesuatu tidak mungkin ini akan menyesatkan. Segera semuanya mendukung program vaksinasi ini,” pungkas Kiai Marzuki


Editor :Diah Rengganis